Kamis, 07 Agustus 2008

TEKNOLOGI TELEVISI BERGERAK

Lahirnya televisi bergerak membuat perusahaan telekomunikasi memiliki peluang untuk masuk dalam dunia hiburan dan informasi. Selain mengintroduksi TV bergerak yang bisa dinikmati di mana saja dan kapan saja, juga IPTV atau televisi melalui protokol internet untuk bisa menikmati kualitas yang lebih baik.

Televisi tidak lagi hanya menjadi media searah, tetapi sudah dua arah. Pemirsa bisa melakukan interaksi dengan penyelenggara tayangan, mulai dengan mengikuti kuis, jajak pendapat, transaksi bisnis/pembelian barang, sampai memilih kamera untuk sebuah tayangan langsung.

Kongres yang pertama kalinya dilangsungkan di Spanyol ini agaknya cukup istimewa dan akan ditayangkan secara langsung melalui mobile TV dengan teknologi DVB-H (digital video broadcasting for handheld) ke seluruh kota. Operator dari tuan rumah Abertis Telecom yang bekerja sama dengan SIDSA akan menayangkan kongres dunia ini melalui layar mungil.

Dengan basis pelanggan telepon selular yang besar, para analis di industri telekomunikasi Informa Telecoms dan Media memproyeksikan bahwa lebih dari 210 juta orang di seluruh dunia akan menonton televisi melalui perangkat bergerak pada tahun 2011. Selain itu, kawasan Asia Pasifik akan menjadi pemimpin pasar dalam pengembangan televisi bergerak.
Untuk mendukung agar televisi bergerak menjadi layanan di seluruh dunia, teknologi yang digunakan harus mendukung bisnis model dan ekosistem yang menyediakan insentif komersial. Secara khusus, operator nirkabel saat ini berusaha mencari solusi untuk menghadirkan televisi bergerak tanpa biaya terkait transfer data melalui jaringan bergerak generasi ketiga (3G).

Sampai kuartal ketiga tahun 2006, di seluruh dunia sudah terdapat 100 juta pengguna 3G dan 264 juta sambungan saluran pita lebar tetap (fixed broadband line) yang diperkirakan saluran tetap ini akan mencapai 500 juta dalam beberapa tahun.

Sudah lebih dari 120 operator ponsel seluruh dunia yang meluncurkan layanan TV bergerak, di mana lebih dari 90 persen mempergunakan jaringan seluler dua arah yang ada. Dari jaringan seluler ini ada lebih dari 2,5 miliar pengguna dengan teknologi unicast dan broadcast MBMS (multimedia broadcast multicast service).

Tampaknya masih perlu ada proses adaptasi untuk memulai membangun lingkungan baru bagi TV bergerak, mengingat terbatasnya layar ponsel dan daya tahan baterai untuk dituntut hidup terus-menerus. Juga jenis-jenis tayangan atau content harus juga disesuaikan.

Antisipasi ini sudah dilakukan pihak Asosiasi GSM (GSMA) yang mengangkat isu ponsel sebagai "layar keempat" untuk memfasilitasi lahirnya film-film pendek. Ponsel bukan lagi hanya sebatas bisa SMS, tetapi sudah merupakan media hiburan yang disebut sebagai layar keempat setelah televisi, bioskop, dan komputer.

Untuk memenuhi content ini, pihak GSMA bekerja sama dengan Sundance Institute mengembangkan proyek film-film pendek. Kerja sama ini bertujuan mengupayakan agar film-film pendek bisa dinikmati pengguna ponsel di seluruh dunia.

Bahkan secara khusus dalam kongres 3GSM kali ini juga diramaikan dengan film-film India yang tampaknya juga akan mengambil peluang muncul. Dengan membawa tema "Bollywood Goes Mobile" akan semakin meramaikan content film-film India berdurasi pendek untuk konsumsi ponsel.

Sementara hasil riset Ericsson Consumer & Enterprise Lab memperlihatkan, sekitar 70 persen dari seluruh pemirsa TV bergerak menonton TV di luar rumah dengan basis mingguan. Mereka menonton tayangan TV pada saat perjalanan ke dan dari kantor atau sekolah, ketika sedang menunggu seseorang, dan selama waktu istirahat sekolah atau bekerja.

Yang mengejutkan adalah bahwa 60 persen menggunakan TV bergerak di rumah, setidaknya seminggu sekali. Di Amerika Serikat sekitar 60 persen menggunakan TV bergerak dalam basis harian, sementara jumlah lebih rendah terjadi di Perancis dan Jepang.

Peluang lain bagi pengguna TV bergerak berdasar permintaan atau Podcast TV atau Push TV, di mana content dikirimkan ke pengguna ponsel on-demand atau mendaftar. Content kemudian disimpan di dalam memori ponsel, dan kiriman itu dapat dilihat tanpa memerlukan hubungan ke jaringan.

Ada keuntungan lain dari penyedia layanan, di mana dapat mengirimkan content itu pada jam-jam rendah pengguna jaringan, misalnya pada malam hari. Untuk menerima kiriman ini pengguna harus tetap terhubung dengan jaringan sehingga akan mengoptimalkan penggunaan jaringan.

Tidak ada komentar: